Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Transjakarta di Koridor I dan IX "Mati Kutu"

Written By bopuluh on Selasa, 30 April 2013 | 23.17

Transjakarta di Koridor I dan IX "Mati Kutu"

Penulis : Indra Akuntono | Rabu, 1 Mei 2013 | 13:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bus transjakarta Koridor I dan IX "mati kutu" karena jalur mereka tertutup buruh. Untuk sementara, dua koridor itu ditutup sementara.

Kepala Unit Pengelola (UP) Transjakarta M Akbar menjelaskan, penghentian operasional dua koridor itu dikarenakan massa buruh yang berdemonstrasi telah memadati ruas jalan di kedua koridor tersebut. Penutupan dua koridor itu dilakukan sejak pukul 10.00, dan akan kembali dibuka saat volume demo sudah mengecil.

"Sudah dihentikan operasinya karena sudah tidak bisa dilintasi lagi," kata Akbar, saat dihubungi wartawan, Rabu (1/5/2013).

Meski semula sudah dicoba untuk disiasati dan tetap beroperasi. Namun besarnya volume demonstran membuat operasionalnya terpaksa dihentikan. Untuk mengamankan Koridor I, pihaknya mengerahkan 50 satuan petugas (satgas), yang disebar di titik-titik rawan.

Dua koridor tersebut memang menjadi fokus perhatian dari UP Transjakarta. Sebab berdasarkan informasi yang diperoleh buruh akan berkumpul di Bundaran HI kemudian melanjutkan aksi ke Istana Negara, DPR RI, serta beberapa kantor kementerian.

Selain dua koridor tersebut, Koridor II (Harmoni-Pulogadung) juga terpaksa dialihkan melalui Pasar Baru. Bus tidak berhenti di Halte Monas, Balaikota, Gambir, dan Kwitang karena terhalang demo di Istana Negara.

Editor :

Ana Shofiana Syatiri


23.17 | 0 komentar | Read More

Area Ponpes Digunakan Timbun Solar

Dampak BBM

Area Ponpes Digunakan Timbun Solar

Penulis : Adi Sucipto | Rabu, 1 Mei 2013 | 13:04 WIB

TUBAN, KOMPAS.com-  Kepolisian Resor Tuban Rabu (1/5/2013) sekitar pukul 10.00 mengamankan truk tangki milik PT MKP bernomor polisi L 8095 RQ berisi 8.000 ton solar di area Pondok Pesantren "NM" di Kaligede, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Solar itu diperkirakan akan dikirim untuk kebutuhan industri.

Truk itu ditinggalkan sopirnya saat ketahuan petugas kepolisian. Sebelum diamankan, truk itu mengisi solar dari ponpes dan solarnya akan mengirim solar ke sejumlah industri.

Saat truk keluar ponpes ketahuan petugas kepolisian. Sopir truk membawa truk ke gang buntu lalu kabur sebelum ditangkap.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Tuban, Ajun Komisaris Wahyu Hidayat menjelaskan polisi tidak mengamankan pengasuh ponpes NH (53) atau memasuki area ponpes untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Polisi hanya mengamankan satu truk tangki berisi 8.000 ton solar bersubsidi. "Yang pasti truk tangki itu mengambil solar dari ponpes," katanya.

Diperkirakan ponpes menampung solar dari penambang minyak tradisional di Wonocolo Bojonegoro dan membeli dalam solar jeriken dari sejumlah SPBU.

Lalu solar ditambung dalam puluhan jeriken jumbo. Selanjutnya mobil tangki mengambil solar yang ditampung di area ponpes.

Editor :

Tjahja Gunawan Diredja


23.17 | 0 komentar | Read More

Kadin Ingin Hubungan Industrial yang Harmonis

JAKARTA, KOMPAS.com -Kadin Indonesia tetap berteguh untuk menjembatani kepentingan dunia usaha dengan tenaga kerja, karena berbagai konflik yang kerap terjadi berkenaan dengan hubungan industrial bisa menjadi hambatan bagi perkembangan perekonomian nasional.

"Kita berusaha mencari solusi yang bisa diterima oleh semua pihak.  Bagaimanapun kegiatan bisnis harus tetap berjalan, namun aspirasi pengusaha dan tenaga kerja juga harus tetap diperhatikan oleh pemerintah dalam rangka menciptakan iklim yang kondusif bagi dunia usaha" kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Tenaga Kerja Benny Soetrisno di Jakarta, Rabu (1/5/2013).

Benny mengatakan, berbagai masalah ketenagakerjaa, seperti tuntutan penghapusan outsourcing, ketidaksepakatan upah minimum dan pelaksanaan jaminan sosial harus menjadi perhatian utama yang diperhatikan oleh pemerintah.

"Semua permasalahan itu dapat berdampak negatif terhadap iklim investasi dan menggangu perekonomian yang telah tumbuh baik selama ini, bahkan dikhawatirkan dapat mengancam pelaksanaan kebijaksanaan pembangunan yang pro growth, pro job, pro poor dan pro environment yang menjadi jargon utama kebijakan yang sering digaungkan oleh pemerintah," kata Benny.

Benny juga mengatakan bahwa pihaknya mengharapkan adanya upaya perbaikan hubungan industrial yang lebih kondusif terkait masalah tuntutan pekerja terhadap upah minimum. 

Perlu adanya penataan kembali sistem pengupahan yang lebih adil dan berkelanjutan bagi dunia usaha dan saling menguntungkan antara pengusaha dan para pekerja. 

Justru jangan sampai permasalahan ini mematikan dunia usaha, sehingga berimbas pada kerugian yang dialami kedua belah pihak. 

"Sebagian besar perusahaan padat karya dan UMKM, mengalami kesulitan untuk melaksanakan keputusan kenaikan upah minimum yang baru, karena sangat memberatkan, sehingga aspirasi para pelaku usaha saat ini yang sangat penting adalah penangguhan dan revisi kebijakan upah minimum regional oleh pemerintah agar bisa segera dilakukan," kata Benny.

Akibat dari pemberlakuan upah minimum baru yang ditetapkan, tidak sedikit tenaga kerja yang dirumahkan, karena para pengusaha harus menyesuaikan kondisi dengan tingginya biaya yang harus ditanggung. 

Terlebih sekarang ini tidak sedikit pula para pengusaha yang lebih memilih untuk merelokasi pabriknya ke daerah-daerah yang memberlakukan upah minimum yang lebih rendah dan kompetitif, seperti wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sebelumnya, para pengusaha telah berkali-kali berupaya agar pemerintah dapat menetapkan kebijakan-kebijakan khusus antara lain berupa insentif fiskal, moneter atau bantuan lain yang dapat menyelamatkan eksistensi dan membantu peningkatan daya saing UMKM dan Perusahaan Padat Karya menyusul adanya tuntutan upah minimum yang dinilai memberatkan dunia usaha.

"Semua harus dikembalikan kepada semangat Tripartit. Tripartit ini bukanlah arena pertarungan kepentingan, tetapi merupakan lembaga untuk mencari solusi WIN-WIN yang harus dihormati oleh pengusaha, pemerintah dan buruh," tandas Benny.

Editor :

Tjahja Gunawan Diredja


23.17 | 0 komentar | Read More

Gubernur dan Wagub Sibuk Kampanye, Buruh Bali Hanya Ditemui Asisten

Gubernur dan Wagub Sibuk Kampanye, Buruh Bali Hanya Ditemui Asisten

Penulis : Kontributor Denpasar, Muhammad Hasanudin | Rabu, 1 Mei 2013 | 13:12 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Puluhan buruh yang berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Bali, Rabu (1/4/2013) gagal menemui Gubernur ataupun Wakil Gubernur Bali yang tengah sibuk kampanye untuk menjadi  "Bali 1" periode 2013-2018.

Dalam pemilihan Gubernur Bali periode 2013-2018 Made Mangku Pastika harus bertarung dengan wakilnya saat ini AA Ngurah Puspayoga memperebutkan kursi Gubernur Bali.

Pastika maupun Puspayoga saat ini sedang cuti selama dua minggu untuk menjalani masa kampanye. Sehingga, dalam unjuk rasa tadi, para buruh hanya ditemui oleh Asisten III Sekretariat Daerah Bali, Made Santha.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan Bali tersebut hanya menampung aspirasi pengunjuk rasa, dan selanjutnya berjanji akan menyampaikannya kepada Gubernur. "Kita akan menerima apa yang menjadi harapan dan dibahas bersama dengan pimpinan," ujar Santha di depan pengunjuk rasa.

Kecewa tak bisa bertemu langsung dengan Gubernur, para pengunjuk rasa hanya bisa berteriak-teriak menyampaikan orasi di depan Kantor Gubernur di bawah pengawalan ketat kepolisian.

Editor :

Glori K. Wadrianto


23.17 | 0 komentar | Read More

KOMPAS.com

Written By bopuluh on Minggu, 28 April 2013 | 23.17

KOMPAS.comKOMPAS.comBupati Bogor Mengaku Diminta Tolong Tanda Tangan IzinRumah Mewah Laris di SurabayaBibit Waluyo Musnahkan Obat dan Makanan IlegalTuris Australia Diperkosa dan Dirampok di BaliLiburan Sekolah, Turis Domestik Pilih ke Luar NegeriSudah 16 Kelompok Unjuk Rasa Lapor Demo "Mayday"Asing Terus Borong SahamHarapan Ibu Menteri kepada JokowiTaksi Express Tambah 2.000 Armada BaruPBB: Susno Buron untuk Alihkan Isu BBMPolisi Belum Temukan M BasriKasus "Bullying" Berawal dari RumahHeather Graham: Perjuangan Aktris Hollywood Lebih BeratPolri Ikut Buru Susno DuadjiMaliq & DEssentials Pun Berdangdut

http://www.kompas.com/ News and Service Mon , 29 Apr 2013 13:15:10 +0000 id 2013 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13121993/Bupati.Bogor.Mengaku.Diminta.Tolong.Tanda.Tangan.Izin. Mon , 29 Apr 2013 13:12:19 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/14/1057094-aic-bupati-bogor-rachmat-yasin-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Bupati Bogor Rachmat Yasin mengaku, Ketua DPRD Bogor Iyus Djuher pernah memintanya menandatangani izin lokasi taman pemakaman bukan umum. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13121993/Bupati.Bogor.Mengaku.Diminta.Tolong.Tanda.Tangan.Izin.">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13121993/Bupati.Bogor.Mengaku.Diminta.Tolong.Tanda.Tangan.Izin. http://properti.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13113037/Rumah.Mewah.Laris.di.Surabaya Mon , 29 Apr 2013 13:11:30 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/29/1306042-proyek-surabaya-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Jika di Jadebotabek, kelas menengah paling aktif bertransaksi, di Surabaya justru kelas premium. Rumah seharga di atas Rp 1,5 miliar laku terjual. <a href="http://properti.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13113037/Rumah.Mewah.Laris.di.Surabaya">[...]</a> http://properti.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13113037/Rumah.Mewah.Laris.di.Surabaya http://regional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13080981/Bibit.Waluyo.Musnahkan.Obat.dan.Makanan.Ilegal. Mon , 29 Apr 2013 13:08:09 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/29/1240264-pemusnahan-oleh-bibit-waluyo-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Obat dan makanan ilegal sebanyak lima truk yang merupakan hasil operasi BBPOM Semarang dimusnahkan. <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13080981/Bibit.Waluyo.Musnahkan.Obat.dan.Makanan.Ilegal.">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13080981/Bibit.Waluyo.Musnahkan.Obat.dan.Makanan.Ilegal. http://regional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13064949/Turis.Australia.Diperkosa.dan.Dirampok.di.Bali Mon , 29 Apr 2013 13:06:49 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/09/14/1852476t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Seorang turis asal Australia menjadi korban perkosaan dan perampokan di Villa Damais, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13064949/Turis.Australia.Diperkosa.dan.Dirampok.di.Bali">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13064949/Turis.Australia.Diperkosa.dan.Dirampok.di.Bali http://travel.kompas.com/read/xml/2013/04/29/1306084/Liburan.Sekolah..Turis.Domestik.Pilih.ke.Luar.Negeri Mon , 29 Apr 2013 13:06:08 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/03/15/1718515-khao-yai-di-thailand-t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pengunjung &quot;Kompas Travel Mart&quot; lebih mengincar paket wisata ke luar negeri dibanding paket wisata dalam negeri. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2013/04/29/1306084/Liburan.Sekolah..Turis.Domestik.Pilih.ke.Luar.Negeri">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2013/04/29/1306084/Liburan.Sekolah..Turis.Domestik.Pilih.ke.Luar.Negeri http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13021216/Sudah.16.Kelompok.Unjuk.Rasa.Lapor.Demo.Mayday Mon , 29 Apr 2013 13:02:12 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/06/08/1129056t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Hingga hari ini sudah ada 16 serikat buruh yang memberitahu Polda Metro Jaya tentang rencana aksi mereka di haru buruh, 1 Mei mendatang. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13021216/Sudah.16.Kelompok.Unjuk.Rasa.Lapor.Demo.Mayday">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13021216/Sudah.16.Kelompok.Unjuk.Rasa.Lapor.Demo.Mayday http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13000594/Asing.Terus.Borong.Saham Mon , 29 Apr 2013 13:00:05 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/06/26/0920283t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Para investor asing membukukan pembelian bersih senilai Rp 47 miliar. Total nilai transaksi sebesar RP 1,8 triliun. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13000594/Asing.Terus.Borong.Saham">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13000594/Asing.Terus.Borong.Saham http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12571241/Harapan.Ibu.Menteri.kepada.Jokowi Mon , 29 Apr 2013 12:57:12 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/29/1112002-jokowi-bidhakara-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak Linda Gumelar mengharapkan Jakarta bisa menjadi kota yang nyaman bagi anak. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12571241/Harapan.Ibu.Menteri.kepada.Jokowi">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12571241/Harapan.Ibu.Menteri.kepada.Jokowi http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12560341/Taksi.Express.Tambah.2.000.Armada.Baru Mon , 29 Apr 2013 12:56:03 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/29/1255204-taksi-express-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Taksi Express akan menambah armadanya dengan 2.000 unit, sehingga total mencapai 10.000 unit. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12560341/Taksi.Express.Tambah.2.000.Armada.Baru">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12560341/Taksi.Express.Tambah.2.000.Armada.Baru http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12502879/PBB.Susno.Buron.untuk.Alihkan.Isu.BBM Mon , 29 Apr 2013 12:50:28 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/07/0903286-kasasi-susno-duadji-ditolak-ma-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Sekjen PBB BM Wibowo menuding penetapan Susno sebagai buronan hanya upaya pengalihan isu rencana kenaikan harga BBM bersubsidi. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12502879/PBB.Susno.Buron.untuk.Alihkan.Isu.BBM">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12502879/PBB.Susno.Buron.untuk.Alihkan.Isu.BBM http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12481931/Polisi..Belum.Temukan.M.Basri Mon , 29 Apr 2013 12:48:19 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/17/1922012t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Tim Polri masih berupaya melakukan pencarian <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12481931/Polisi..Belum.Temukan.M.Basri">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12481931/Polisi..Belum.Temukan.M.Basri http://edukasi.kompas.com/read/xml/2013/04/29/1247598/Kasus.Bullying.Berawal.dari.Rumah Mon , 29 Apr 2013 12:47:59 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/29/1246067-kekerasan-pada-anak-bullying-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Penelitian mengungkapkan, anak yang memiliki orangtua terlalu mengekang lebih mungkin menjadi korban intimidasi fisik dan psikis atau bullying. <a href="http://edukasi.kompas.com/read/xml/2013/04/29/1247598/Kasus.Bullying.Berawal.dari.Rumah">[...]</a> http://edukasi.kompas.com/read/xml/2013/04/29/1247598/Kasus.Bullying.Berawal.dari.Rumah http://entertainment.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12454063/Heather.Graham.Perjuangan.Aktris.Hollywood.Lebih.Berat Mon , 29 Apr 2013 12:45:40 UTC+0700Aktris Heather Graham menilai perjuangan aktris Hollywood, Amerika Serikat, lebih berat dibandingkan para aktor. <a href="http://entertainment.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12454063/Heather.Graham.Perjuangan.Aktris.Hollywood.Lebih.Berat">[...]</a> http://entertainment.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12454063/Heather.Graham.Perjuangan.Aktris.Hollywood.Lebih.Berat http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12415649/Polri.Ikut.Buru.Susno.Duadji Mon , 29 Apr 2013 12:41:56 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/19/1128466-komjen-sutarman-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kabareskrim Komjen Pol Sutarman mengatakan, pihaknya ikut melacak keberadaan mantan Kabareskrim Komjen Purn Susno Duadji. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12415649/Polri.Ikut.Buru.Susno.Duadji">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12415649/Polri.Ikut.Buru.Susno.Duadji http://entertainment.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12404716/Maliq..DEssentials.Pun.Berdangdut Mon , 29 Apr 2013 12:40:47 UTC+0700Maliq &amp; DEssentials mengejutkan penggemar mereka dengan memasukkan satu lagu dangdut dalam album terbaru mereka, Sriwedari. <a href="http://entertainment.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12404716/Maliq..DEssentials.Pun.Berdangdut">[...]</a> http://entertainment.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12404716/Maliq..DEssentials.Pun.Berdangdut

KOMPAS.comKOMPAS.comBupati Bogor Mengaku Diminta Tolong Tanda Tangan IzinRumah Mewah Laris di SurabayaBibit Waluyo Musnahkan Obat dan Makanan IlegalTuris Australia Diperkosa dan Dirampok di BaliLiburan Sekolah, Turis Domestik Pilih ke Luar NegeriSudah 16 Kelompok Unjuk Rasa Lapor Demo "Mayday"Asing Terus Borong SahamHarapan Ibu Menteri kepada JokowiTaksi Express Tambah 2.000 Armada BaruPBB: Susno Buron untuk Alihkan Isu BBMPolisi Belum Temukan M BasriKasus "Bullying" Berawal dari RumahHeather Graham: Perjuangan Aktris Hollywood Lebih BeratPolri Ikut Buru Susno DuadjiMaliq & DEssentials Pun Berdangdut

http://www.kompas.com/ News and Service Mon , 29 Apr 2013 13:15:10 +0000 id 2013 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13121993/Bupati.Bogor.Mengaku.Diminta.Tolong.Tanda.Tangan.Izin. Mon , 29 Apr 2013 13:12:19 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/14/1057094-aic-bupati-bogor-rachmat-yasin-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Bupati Bogor Rachmat Yasin mengaku, Ketua DPRD Bogor Iyus Djuher pernah memintanya menandatangani izin lokasi taman pemakaman bukan umum. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13121993/Bupati.Bogor.Mengaku.Diminta.Tolong.Tanda.Tangan.Izin.">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13121993/Bupati.Bogor.Mengaku.Diminta.Tolong.Tanda.Tangan.Izin. http://properti.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13113037/Rumah.Mewah.Laris.di.Surabaya Mon , 29 Apr 2013 13:11:30 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/29/1306042-proyek-surabaya-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Jika di Jadebotabek, kelas menengah paling aktif bertransaksi, di Surabaya justru kelas premium. Rumah seharga di atas Rp 1,5 miliar laku terjual. <a href="http://properti.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13113037/Rumah.Mewah.Laris.di.Surabaya">[...]</a> http://properti.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13113037/Rumah.Mewah.Laris.di.Surabaya http://regional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13080981/Bibit.Waluyo.Musnahkan.Obat.dan.Makanan.Ilegal. Mon , 29 Apr 2013 13:08:09 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/29/1240264-pemusnahan-oleh-bibit-waluyo-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Obat dan makanan ilegal sebanyak lima truk yang merupakan hasil operasi BBPOM Semarang dimusnahkan. <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13080981/Bibit.Waluyo.Musnahkan.Obat.dan.Makanan.Ilegal.">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13080981/Bibit.Waluyo.Musnahkan.Obat.dan.Makanan.Ilegal. http://regional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13064949/Turis.Australia.Diperkosa.dan.Dirampok.di.Bali Mon , 29 Apr 2013 13:06:49 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/09/14/1852476t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Seorang turis asal Australia menjadi korban perkosaan dan perampokan di Villa Damais, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13064949/Turis.Australia.Diperkosa.dan.Dirampok.di.Bali">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13064949/Turis.Australia.Diperkosa.dan.Dirampok.di.Bali http://travel.kompas.com/read/xml/2013/04/29/1306084/Liburan.Sekolah..Turis.Domestik.Pilih.ke.Luar.Negeri Mon , 29 Apr 2013 13:06:08 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/03/15/1718515-khao-yai-di-thailand-t.gif" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pengunjung &quot;Kompas Travel Mart&quot; lebih mengincar paket wisata ke luar negeri dibanding paket wisata dalam negeri. <a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2013/04/29/1306084/Liburan.Sekolah..Turis.Domestik.Pilih.ke.Luar.Negeri">[...]</a> http://travel.kompas.com/read/xml/2013/04/29/1306084/Liburan.Sekolah..Turis.Domestik.Pilih.ke.Luar.Negeri http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13021216/Sudah.16.Kelompok.Unjuk.Rasa.Lapor.Demo.Mayday Mon , 29 Apr 2013 13:02:12 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/06/08/1129056t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Hingga hari ini sudah ada 16 serikat buruh yang memberitahu Polda Metro Jaya tentang rencana aksi mereka di haru buruh, 1 Mei mendatang. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13021216/Sudah.16.Kelompok.Unjuk.Rasa.Lapor.Demo.Mayday">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13021216/Sudah.16.Kelompok.Unjuk.Rasa.Lapor.Demo.Mayday http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13000594/Asing.Terus.Borong.Saham Mon , 29 Apr 2013 13:00:05 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/06/26/0920283t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Para investor asing membukukan pembelian bersih senilai Rp 47 miliar. Total nilai transaksi sebesar RP 1,8 triliun. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13000594/Asing.Terus.Borong.Saham">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/29/13000594/Asing.Terus.Borong.Saham http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12571241/Harapan.Ibu.Menteri.kepada.Jokowi Mon , 29 Apr 2013 12:57:12 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/29/1112002-jokowi-bidhakara-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak Linda Gumelar mengharapkan Jakarta bisa menjadi kota yang nyaman bagi anak. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12571241/Harapan.Ibu.Menteri.kepada.Jokowi">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12571241/Harapan.Ibu.Menteri.kepada.Jokowi http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12560341/Taksi.Express.Tambah.2.000.Armada.Baru Mon , 29 Apr 2013 12:56:03 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/29/1255204-taksi-express-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Taksi Express akan menambah armadanya dengan 2.000 unit, sehingga total mencapai 10.000 unit. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12560341/Taksi.Express.Tambah.2.000.Armada.Baru">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12560341/Taksi.Express.Tambah.2.000.Armada.Baru http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12502879/PBB.Susno.Buron.untuk.Alihkan.Isu.BBM Mon , 29 Apr 2013 12:50:28 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/07/0903286-kasasi-susno-duadji-ditolak-ma-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Sekjen PBB BM Wibowo menuding penetapan Susno sebagai buronan hanya upaya pengalihan isu rencana kenaikan harga BBM bersubsidi. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12502879/PBB.Susno.Buron.untuk.Alihkan.Isu.BBM">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12502879/PBB.Susno.Buron.untuk.Alihkan.Isu.BBM http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12481931/Polisi..Belum.Temukan.M.Basri Mon , 29 Apr 2013 12:48:19 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/17/1922012t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Tim Polri masih berupaya melakukan pencarian <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12481931/Polisi..Belum.Temukan.M.Basri">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12481931/Polisi..Belum.Temukan.M.Basri http://edukasi.kompas.com/read/xml/2013/04/29/1247598/Kasus.Bullying.Berawal.dari.Rumah Mon , 29 Apr 2013 12:47:59 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/29/1246067-kekerasan-pada-anak-bullying-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Penelitian mengungkapkan, anak yang memiliki orangtua terlalu mengekang lebih mungkin menjadi korban intimidasi fisik dan psikis atau bullying. <a href="http://edukasi.kompas.com/read/xml/2013/04/29/1247598/Kasus.Bullying.Berawal.dari.Rumah">[...]</a> http://edukasi.kompas.com/read/xml/2013/04/29/1247598/Kasus.Bullying.Berawal.dari.Rumah http://entertainment.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12454063/Heather.Graham.Perjuangan.Aktris.Hollywood.Lebih.Berat Mon , 29 Apr 2013 12:45:40 UTC+0700Aktris Heather Graham menilai perjuangan aktris Hollywood, Amerika Serikat, lebih berat dibandingkan para aktor. <a href="http://entertainment.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12454063/Heather.Graham.Perjuangan.Aktris.Hollywood.Lebih.Berat">[...]</a> http://entertainment.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12454063/Heather.Graham.Perjuangan.Aktris.Hollywood.Lebih.Berat http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12415649/Polri.Ikut.Buru.Susno.Duadji Mon , 29 Apr 2013 12:41:56 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/19/1128466-komjen-sutarman-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kabareskrim Komjen Pol Sutarman mengatakan, pihaknya ikut melacak keberadaan mantan Kabareskrim Komjen Purn Susno Duadji. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12415649/Polri.Ikut.Buru.Susno.Duadji">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12415649/Polri.Ikut.Buru.Susno.Duadji http://entertainment.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12404716/Maliq..DEssentials.Pun.Berdangdut Mon , 29 Apr 2013 12:40:47 UTC+0700Maliq &amp; DEssentials mengejutkan penggemar mereka dengan memasukkan satu lagu dangdut dalam album terbaru mereka, Sriwedari. <a href="http://entertainment.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12404716/Maliq..DEssentials.Pun.Berdangdut">[...]</a> http://entertainment.kompas.com/read/xml/2013/04/29/12404716/Maliq..DEssentials.Pun.Berdangdut


23.17 | 0 komentar | Read More

YLKI: Naikkan Harga BBM, Pemerintah Harus Punya Nyali

Written By bopuluh on Jumat, 26 April 2013 | 23.17

JAKARTA, KOMPAS.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta agar pemerintah memiliki nyali politik untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan harga tunggal.

Saat ini pemerintah berencana menaikkan harga BBM bersubsidi dengan dua harga. Harga BBM untuk mobil pribadi akan lebih mahal dibanding harga BBM untuk kendaraan roda dua dan angkutan umum.PT Pertamina (Persero) membagi stasiun pengisian bahan bakar umum menjadi empat jenis untuk melaksanakan kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi bagi mobil pribadi.

"Kalau punya nyali politik, pemerintah harus berani menaikkan harga BBM dengan harga tunggal," kata Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, dalam diskusi "BBM Dua Harga" di Warung Daun Cikini Jakarta, Sabtu (27/4/2013).

Tulus menganggap bahwa pemerintah saat ini belum berani menaikkan harga BBM dengan harga tunggal. Padahal di era pemerintahan sebelumnya, pemerintah berani menaikkan harga BBM sebesar Rp 6.000 per liter. Pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, kata Tulus, harga BBM justru diturunkan.

Tulus berpendapat bahwa saat ini opsi menaikkan harga BBM dengan harga tunggal adalah pilihan pahit bagi pemerintah. Hal ini akan menurunkan pamor partai politik yang ada saat ini, apalagi partai politik pendukung pemerintah.

"Sebenarnya pemerintah harus berani selesaikan masalah harga BBM ini dengan cepat dan tepat. Asal tidak memukul masyarakat bawah, opsi apa pun akan diterima oleh masyarakat," katanya.

YLKI memandang rencana kebijakan menaikkan harga BBM dua harga akan rawan konflik di masyarakat. YLKI mendesak pemerintah lebih rasional menerapkan harga BBM dengan satu harga. "Soal harga, kami serahkan ke pemerintah maupun ekonom. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi, masyarakat juga akan naik daya belinya," kata Tulus.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya di Jakarta, Jumat (26/4/2013), mengatakan, keempat jenis SPBU akan menjual BBM bersubsidi dengan harga kombinasi. SPBU jenis pertama akan menjual premium dan solar bersubsidi dengan harga sama, yakni Rp 4.500 per liter. SPBU jenis kedua menjual premium dan solar bersubsidi dengan harga setelah kenaikan. Jenis ketiga menjual premium harga baru dan solar Rp 4.500 per liter. Terakhir adalah SPBU yang menjual premium Rp 4.500 per liter dan solar dengan harga baru.

Melalui kombinasi tersebut, kata Hanung, dari total 5.569 lembaga penyalur yang terdiri dari agen premium minyak solar (APMS) dan SPBU, sebanyak 3.053 lembaga penyalur atau 54 persen akan menyediakan premium Rp 4.500 dan 2.477 lainnya dengan harga baru. Adapun lembaga penyalur yang akan menyediakan solar Rp 4.500 sebanyak 3.218 atau 57,8 persen dan 2.248 lembaga penyalur menyediakan solar dengan harga baru.


23.17 | 0 komentar | Read More

"Eyang... Eyang Foto Bareng, Dong..."

JAKARTA, KOMPAS.com -- Warga sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Tengsing, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/201), tampak senang setelah mereka bisa menyaksikan lebih dekat para artis yang hadir dalam pemakaman mendiang Ustaz Jeffry Al Buchori.

Kebanyakan dari mereka langsung menyerbu Faang (vokal), dan Apoy (gitar) untuk berfoto bareng ketika kedua personel grup band Wali tersebut memasuki area TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat.

Hal yang sama juga terjadi pada dua personel band Ungu, Enda (gitar), dan Rowman (drum). Namun, ada juga warga yang gemas dengan idolanya. Seperti yang dialami Ustaz Maulana, ia tak bisa mengelak dari cubitan para ibu-ibu yang "mengepungnya" di tengah pemakaman TPU Karet Bivak.

Di antara sederet artis tersebut, kuasa hukum "orang pintar" Eyang Subur, Ramdhan Alamsyah, juga disasar warga untuk berfoto bareng. "Eyang... Eyang foto bareng dong. Ini lagi hamil takut anaknya ngiler," teriak seorang ibu memanggil Ramdhan.

"Kalo Eyang, kakinya begini dong," jawab Ramdhan sambil mengentakkan kakinya ke tanah sebanyak tiga kali.

Kehadiran Ramdhan di TPU tersebut memang menyita perhatian warga mengingat dirinya belakangan ini sering muncul di layar kaca bersama kliennya. Terlepas dari itu, Ramdhan mengaku sudah lama menjadi jamaah pengajian yang biasa digelar Uje. "Gue kan salah satu jamaah dia yang di Pondok Indah kali," ujar Ramdhan.


23.17 | 0 komentar | Read More

Parpol Masih Terjebak Kapital-Popularitas

Parpol Masih Terjebak Kapital-Popularitas

Penulis : Sandro Gatra | Sabtu, 27 April 2013 | 13:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai politik dinilai masih terjebak pada kapital dan popularitas dalam menghadapi pemilu, khususnya pemilu legislatif 2014. Parpol harus merubah kondisi tersebut agar para politisinya tidak kembali terjebak kepada tindak pidana korupsi maupun penyimpangan lainnya.

"Partai saat ini terjebak popularitas dan kapital," kata Hanta Yudha peneliti senior Indonesia Institute saat diskusi "Marketing Politik dan Biaya Politik Haruskah Mahal?" yang digelar Cides Indonesia di Gedung The Habibie Center, Jakarta, Sabtu ( 27/4/2013 ).

Hanta mengatakan, biaya politik untuk pemilu 2014 diperkirakan masih akan sangat tinggi. Pasalnya, tidak ada pengaturan yang ketat terkait sumbangan untuk parpol. Meski diatur nominal sumbangan dari perseorangan maupun badan usaha, namun masih dapat disiasati dengan memanipulasi identitas penyumbang. Apalagi, saat ini sama sekali belum ada aturan pembatasan pengeluaran dana kampanye.

Hanta menambahkan, transaksi pemilu sudah dimulai dari proses rekrutmen bakal calon legislatif oleh parpol. Transaksi selanjutnya antara bakal caleg dengan pemilih yang belum menentukan pilihan. Terakhir, kata dia, antara kandidat dengan penyelenggara pemilu.

Masalah paling penting, tambah Hanta, pada proses rekrutmen bakal caleg. Mereka yang dipilih masih ada yang tidak berkualitas. Parpol masih saja mengusung bakal caleg berdasarkan popularitas seperti dari kalangan artis. Dalam menghadapi persaingan, bakal caleg tidak populer memilih jalan pintas dengan menggelontorkan uang.

"Biasanya yang kalah sebelum berperang pilih uang. Tapi tidak semua yang punya uang lolos. Artis di pemilu lalu ada 60-an, yang lolos cuma 16 orang. Jadi mereka terjebak popularitas sama uang," pungkas Hanta.


23.17 | 0 komentar | Read More

Berburu Tas Kerajinan Tangan di Inacraft

KOMPAS.com - Pameran hasil kerajinan di Inacraft 2013 terasa jauh berbeda dengan pameran jenis produk lain. Pada pameran gadget atau komputer misalnya, banyak stan berebut memasang harga termurah. Di Inacraft, tak ditemukan perang harga. Masing-masing stan berupaya menyediakan produk yang beragam dan unik, sehingga setiap stan pun berani memasang harga mahal.

Salah satu yang paling diincar adalah tas hasil kerajinan tangan. Ada yang terbuat dari kain batik, lurik, atau ikat, juga yang dari rotan, benang nilon yang dirajut, kulit, pandan, atau bambu. Selain karena fungsinya, tas-tas itu juga menawarkan desain yang sesuai tren.

Seperti koleksi tas Magnolia, yang berasal dari Bali. Tas jinjing yang ditawarkan berbahan dasar kanvas dengan bordiran yang cantik. Padu padan warna dan desainnya pas. Harganya juga turut bervariasi sesuai ukuran dan bentuk, dari Rp 70 ribuan sampai 200 ribuan.

Lain lagi tas rotan milik Anggun Rotan, asal Jogjakarta. Ini adalah kali sepuluh keikutsertaan merek penghasil tas rotan ini di Inacraft. Tas rotan berukuran sedang sampai besar berkisar di harga Rp 200 ribuan sampai 300 ribuan.

"Sejak hari pertama sudah ramai, yang tas rotan kecil sudah ludes, yang besar juga mulai banyak yang tanya," ungkap Panut Mulyawiyata, pemilik Anggun Rotan, saat ditemui Jumat (26/4/2013) lalu.

Tas jinjing dan tas tangan unik lainnya ada di koleksi Dowa, yang terbuat dari benang nilon. Variasi warna dan bentuknya yang fleksibel jika dipadupadankan dengan busana membuat stan produksi tas ini ramai dikunjungi sepanjang hari. Harganya mulai di atas Rp 100.000.

Di stan Gendhis asal Jogjakarta, ada banyak macam bentuk dan bahan yang digunakan untuk tas, seperti rotan, benang nilon, pandan, dan bambu. Koleksi tas dari pandan dan bambu merupakan hasil kerajinan tangan, dan koleksinya terbatas. Tak heran harganya antara Rp 385.000 sampai Rp 400 ribuan.

Inacraft berlangsung selama 24-28 April 2013 di Jakarta Convention Center. Menempati area Main Lobby, Assembly Hall, Plenary Hall, Cendrawasih, serta Hall A dan Hall B, pameran kerajinan terbesar ini diikuti sekitar 1.600 perusahaan kerajinan yang menempati 1.218 stan.

Mengambil tema Sentral from Smart Village to Global Market, Inacraft dirancang untuk memfasilitasi produk kerajinan Indonesia naik ke level internasional. Selain pameran kerajinan Indonesia, acara ini juga diramaikan dengan Inacraft Award, dan gelaran seminar industri kerajinan yang inovatif.

Editor :

Dini


23.17 | 0 komentar | Read More

Dieksekusi, Bagaimana Nasib Pencalegan Susno Duadji

Written By bopuluh on Selasa, 23 April 2013 | 23.17

Dieksekusi, Bagaimana Nasib Pencalegan Susno Duadji?

Penulis : Sabrina Asril | Rabu, 24 April 2013 | 13:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Umum, Komisaris Jenderal (Purn) Susno Duadji, didatangi pihak Kejaksaan, Rabu (24/4/2013) siang, di rumahnya di Bandung, Jawa Barat. Kedatangan pihak kejaksaan untuk melakukan eksekusi terhadap Susno atas kasus korupsi yang menjeratnya. Susno, yang terjerat kasus korupsi pengamanan Pilkada Jawa Barat, saat ini aktif sebagai kader Partai Bulan Bintang (PBB). Ia juga didaftarkan sebagai bakal calon anggota legislatif PBB. Jika dieksekusi Kejaksaan, bagaimana nasib pencalegannya?

Sekretaris Jenderal PBB BM Wibowo mengatakan, pihaknya masih menunggu perkembangan. "Hingga kini masih belum ada komunikasi dengan kami. Tapi nanti kami masih menunggu perkembangannya," ujar Wibowo saat dihubungi Rabu (24/4/2013).

Ia mengungkapkan, Ketua Dewan Syuro PBB Yusril Ihza Mahendra sudah mengetahui eksekusi ini. Namun, Wibowo memastikan bahwa partainya tidak akan ikut campur dalam kasus ini.

"Itu sih nanti Pak Susno sendiri. Itu kasusnya Pak Susno, tidak perlu dari DPP," kata Wibowo.

Eksekusi Susno

Sebelumnya, Mahkamah Agung menolak menolak pengajuan kasasi Susno. Dengan putusan ini, Susno tetap dibui sesuai vonis Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, tiga tahun enam bulan. Hakim menilai Susno terbukti bersalah dalam kasus korupsi PT Salmah Arowana Lestari dan korupsi dana pengamanan Pilkada Jawa Barat. Ia sudah tiga kali tak memenuhi panggilan eksekusi Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Susno menyatakan dirinya tidak dapat dieksekusi dengan berbagai alasan. Pertama, dia menyatakan putusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak kasasinya tidak mencantumkan perintah penahanan 3 tahun 6 bulan penjara. Putusan MA hanya tertulis menolak permohonan kasasi dan membebankan biaya perkara kepada terdakwa sebesar Rp 2.500.

Alasan kedua, Susno menilai bahwa putusan Pengadilan Tinggi Jakarta cacat hukum karena salah dalam menuliskan nomor putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dengan sederet argumen itu, Susno menganggap kasusnya telah selesai.

Baca juga:
Didatangi Kejaksaan, Susno Bersikeras Tak Mau Dieksekusi
Susno Duadji Dieksekusi Kejaksaan di Bandung?

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Eksekusi Susno Duadji

Editor :

Inggried Dwi Wedhaswary


23.17 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger